Rabu, 23 Desember 2015

Makalah pengantar bisnis ( soft skill ) go public

PERUSAHAAAN GO PUBLIC
“BANK BRI “

Universitas gunadarma

Nama : Muhamad Arief Wicaksono

NPM : 24215354

Mata kuliah : pengantar bisnis ( soft skill )

UNIVERSITAS GUNADARMA

2015/2016



KATA PENGANTAR
                                 


Puji syukur kehadirat Allah SWT. penyusun panjatkan, karena berkat rahmat serta 


bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah tentang “Perusahaan Go Public 


(Bank BRI.)”. Adapun makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar 


Bisnis. Makalah ini berisikan tentang informasi perusahaan Go Public  yang secara spesifik 


membahas contoh salah satu  perusahan yang mengalami Go Public. 


Semoga makalah “Perusahaan Go Public (Bank BRI)" memberikan informasi yang berguna 


bagi masyarakat serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu 


pengetahuan bagi kita semua.

                                                         Bekasi, 23 Desember 2015



                                                        Penyusun

bab 1

Pendahuluan

Latar Belakang 

BUMN (Badan Usaha Milik Negara) merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam system perekonomian nasional Indonesia disamping kegiatan yang dikelola pihak swasta dan juga usaha yang berbentuk usaha bersama atau yang sering disebut koperasi.Dalam melaksanakan peran masing-masing berbagai macam jenis usaha ini saling mendukung satu dengan yang lain berdasarkan demokrasi perekonomian Indonesia.

Perbankan yang merupakan pendorong perekonomian nasional menjadi salah satu sector dalam BUMN, seperti yang akan dibahas dalam makalah ini adalah PERANAN PT.BANK 

RAKYAT INDONESIA DALAM MENOPANG PEMBANGUNAN DI INDONESIA.Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dan pertumbuhan perekonomian nasional tidak terlepas dari peran serta dunia perbankan, yang sangat besar memberikan jasa-jasa kepada khalayak Indonesia, mulai dari kredit usaha kecil menengah ataupun kredit usaha lainya.Bahkan sebagai tempat penjaminan simpanan oleh masyarakat.

Tujuan 

• Mendapatkan dana untuk perluasan usaha (ekspansi) atau diversifikasi usaha dan   memperbaiki struktur modal perusahaan 

• Meningkatkan nilai perusahaan (shareholder value) 

• Melepaskan sahamnya agar mendapatkan keuntungan (divestasi).


Rumusan masalah 


 Bagaimana cara pemasaran Bank BRI ?

 Produk apa saja yang di hasilkan oleh Bank BRI ?


 Kegiatan sosial apa saja yang dilakukan Bank BRI  terhadap masyarakat ?

bab 2

Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan 


Bank Rakyat Indonesia (BRI)  adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di 

Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa 

Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en 

Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi 

Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia 

(pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan 

sebagai hari kelahiran BRI.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 

Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik 

Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan 

BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian 

Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. 

Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan 

Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan 

Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) 

No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank 

Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan 

bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank 

Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank 

Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit 

II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan 

dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya 

mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia 

Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu 

Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-

undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan 

Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. 

Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 

2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga 

menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., 

yang masih digunakan sampai dengan saat ini.


Visi dan Misi



Visi BRI

Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.

Misi BRI

•Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha 

mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

•Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan 

didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal 

dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) 

yang sangat baik.

•Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang 

berkepentingan (stakeholders).


susunan dewan komisaris dan direksi BRI:

Dewan Komisaris


Komisaris Utama: Mustafa Abubakar



Wakil Komisaris Utama: Gatot Trihargo



Komisaris Independen: Fuad Rahmany



Komisaris Independen: Ahmad Fuad



Komisaris Independen: Adhyaksa Dault



Komisaris Independen: Sony Keraf



Komisaris: Vincentius Sony Loho



Komisaris: Jeffry W. Wurangian



Dewan Direksi



Direktur Utama: Asmawi Syam



Wakil Direktur Utama: Sunarso



Direktur: Gatot Mardiwasisto



Direktur: A. Toni Soetirto



Direktur: Randi Anto



Direktur: Susy Liestiowaty



Direktur: Zulhelfi Abidin



Direktur: Donsuwan Simatupang



Direktur: Haru Koesmahargyo



Direktur: Mohammad Irfan


Direktur: Kuswiyoto


Cara pemasaran 



Berikut beberapa strategi pemasaran yang dilakukan Bank BRI 

1. Peningkatan kualitas kerja

Untuk meningkatkan kualitas kerja yang ada di BRI, manajemen harus memberikan 

dukungan yang lebih.

Manajemen harus lebih ketat dalam hal perekutan karyawan yang potensial, selain itu 

manajemen harus melakukan pelatihan dan pendidikan serta memberikan penghargaan 

kepada karyawan yang berprestasi. Hal ini akan memberikan peningkatan kerja yang lebih 

efektif bagi BRI. Kinerja pegawai yang bagus akan berdampak positif pada nasabah bank 

tersebut.

2. Peninkatan kepuasan kepada nasabah

Kepuasan nasabah sangat penting, hal ini adalah salah satu bentuk pemasaran yang efektif. 

Jika nasabah tidak puas dengan kinerja staff BRI, maka mereka tidak akan mau lagi 

penggunakan produk dan juga bertransaksi di bank tersebut.

Kepuasan nasabah bisa ditingkatkan dengan pelayanan yang baik dan juga memberikan 

tingkat suku bunga yang rendah dibandingkan dengan perusahaan perbankan lainnya.

3. Peningkatan terhadap penawaran

BRI melakukan peningkatan penawaran yang lebih baik dari perusahaan perbankan lainnya 

agar bisa membina dan menjaga nasabahnya agar tidak beralih pad aperusahaan perbankan 

lainnya.

Saat ini sudah banyak perusahaan perbankan yang memberikan kemudahan dalam hal kredit 

terutama kredit mikro, hal ini tentu menjadi salah satu ancman bagi BRI. Namun, strategi 

pemasaran yang dilakukan BRI adalah menggandeng, membina dan mempertahakan 

nasabahnya untuk tetap menggunakan produk yang ditawrkan oleh BRI.

4. Sistem penjualan melalui pola CPP

Untuk meningkatkan penjualan produk agar bisa mendapatkan lebih banyak konsumen, BRI 

melakukan pola penjualan CPP. Pola CPP memang cukup bank namun kadang mantri bank 

harus mendatangi langsung nasabah dan mencari alamat nasabah yang bersangkutan. Sistem 

pejualan dengan pola CPP ini sebenarnya cukup efektif, namun tidak jarang pelaksanaannya 

bisa kurang efektif.

5. Produk yang terus ditingkatkan

Produk yang ditawarkan oleh BRI terus menerus ditingkatkan, hal ini harus sesuai dengan 

keinginan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang terbaik untuk semua 

produk yang diberikan bank, hal ini dilakukan BRI dengan membuat produk yang bisa 

diterima oleh masyarakat dan memang dibutuhkan oleh mereka.

6. Hadiah

Bukan hanya menjalankan promosi saja, BRI pun juga tak segan-segan memberikan hadiah 

kepada nasabahnya yang telah setia menggunakan produk yang ditawarkan oleh BRI. Hadiah 

adalah salah satu promosi yang cukup mudah dan memberikan hasil yang bagus untuk 

kedepannya.

Produk Perbankan Bank BRI



1.      Produk Simpanan



a.       Produk Tabungan



1.      Tabungan Britama 



2.      Simpedes 



3.      Simpedes TKI 



4.      Tabungan Haji 



5.      Tabungan Britma Dollar



b.      Deposito



1.      Rupiah



2.      Valas



3.      On Call



c.       Giro BRI



1.      Giro BRI Rupiah



2.      Giro BRI Valas



2.      Produk Pinjaman 



         Pinjaman Mikro



1.      KUPEDES



         Pinjaman Ritel 



1.      Kredit Agunan Kas



2.      Kredit Inventasi 



3.      Kredit Modal Kerja 



4.      KMK Ekspor 



         Pinjaman Menengah 



1.      Agribsnis 



         Pinjaman Program 



1.      KPEN-RP 



2.      KKPE Tebu 



         Kredit Usaha Rakyat 



1.      KUR BRI



3.      Produk Konsumer 



         Kartu Kredit 



1.      Kartu Visa 



2.      Kartu Master 



         Kredit Pemilikan Rumah 



1.      KPR BRI 



2.      Simulasi 



         Kredit Kendaraan Bermotor 



1.      KKB Mobil Baru & Bekas 



2.      KKB-Refinancing 



Kegiatan sosial :



 Buka puasa bersama 1000 anak yatim



 Donor Darah 



 Khitanan massal



 Operasi katarak


 Pembagian sembako gratis




DAFTAR PUSTAKA

http://www.bri.co.id

http://id.wikipedia.org

http://www.bumn.go.id

http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/08/12/087691214/ini-susunan-dewan-komisaris-dan-

direksi-bri-terbaru

http://produk-jasa-bank.blogspot.co.id/2012/06/produk-dan-layanan-jasa-bank-bri.html

http://ahliperbankan.com/strategi-pemasaran-bank-bri-dalam-microfinance/

https://csrbri.wordpress.com

http://www.brisyariah.co.id


https://csrbri.wordpress.com/about/
























Rabu, 28 Oktober 2015

MANAJEMEN DAN ORGANISASI





DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK : KE – 3 
KETUA :   CANDRA RAHARJA ( 21215435)
                              ANGGOTA :
                           HENDRA EKA SUPARMAN (23215111)
                                 KHAIRUL SAPUTRA (23215715)
                                MUHAMAD ARIEF .W (24215354)
                           SAMUEL .P. SILITONGA (26215361)
KELAS : 1EB23
SOFTSKILL


UNIVERSITAS GUNADARMA 2015 – 2016


KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT  yang telah memberikan rahmat, nikmat serta karunia-nya kepada kami, karena atas kehendak-nya pulalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. 
Tema atau judul dari makalah ini adalah “MANAJEMEN DAN ORGANISASI”. Adapun isi dari makalah ini adalah tentang pengertian dan fungsi manajemen, efisiensi dan efektivitas manajemen, bidang-bidang manajemen, tingkatan manager dan tanggung jawabnya, pengertian orgaisasi, Unsur unsur Organisasi, Ciri-ciri organisasi, macam-macam organisasi, dan lainnya.
Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat, sehingga dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan dan penyelesaian makalah ini dari awal sampai akhir. Dan semoga ALLAH SWT senantiasa selalu meridho’i segala usaha kita.

                                                                                                               Penulis, 


BAB I
PENDAHULUAN

 Latar Belakang
      Manajemen dipraktekkan dalam bisnis, rumah-rumah sakit, universitas-universitas, badan-badan pemerintah dan pada tipe-tipe lain aktivitas-aktivitas yang terorganisasi.
Organisasi berasal dari bahasa Yunani organon, yang berarti “alat” (tool). Kata ini termasuk ke bahasa Latin, menjadi organization. Pengertian pada awalnya tidak merujuk pada benda atau proses, melainkan tubuh manusia atau makhluk biologis lainnya.
Manajemen publik diartikan sebagai proses formal dan informal untuk mengarahkan interaksi manusia menuju target organisasi publik. Unit analisisnya adalah proses interaksi antara manusia dan pekerja dan efek prilaku manusia terhadap  pekerja dan hasil kerja.
1. Manajemen KunoMesir (piramid) and China (Tembok Besar China)
Bangsa Venesia (lini perakitan kapal perang) 
2. Adam SmithMempublikasi “The Wealth of Nations” pd tahun 1776
Pendukung  konsep pembagian/spesialisasi kerja (division of labor: job specialization) untuk meningkatkan produktivitas pekerja
3. Revolusi IndustriMengganti tenaga manusia dg tenaga mesin
Menciptakan organisasi besar berdasarkan kebutuhan  manajemen.
Organisasi publik sering terlihat pada bentuk organisasi instansi pemerintah yang juga dikenal dengan birokrasi pemerintah. Istilah birokrasi ini diberikan kepada instansi pemerintah karena pada awalnya tipe organisasi yang ideal yang disebut birokrasi merupakan bentuk yang diterima dan diterapkan oleh instansi pemerintah.

RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang berada di atas itu kita dapat membuat rumusan masalah
yang berkaitan dengan manajemen dan organisasi,yaitu :

  • Pengertian Manajemen
  • Fungsi Manajemen
  • Bidang-Bidang Manajemen
  • Tingkatan Manager Dan Golongan Manager
  • Pengertian Organisasi
  • Aspek Penting Dalam Organisasi
  • Prinsip – Prinsip Organisasi
  • Bentuk Organisai
  • Hubungan Manajemen Dan Organisasi

Tujuan penulisan 
Tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa paham mengenai Arti Manajemen dan Organisasi yang diharapkan dapat juga bermanfaat bagi para pembaca dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Manajemen
   Secara umum pengertian manajemen adalah pengelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan cara menggerakkan orang-orang lain untuk bekerja.
Menurut George R. Terry (1977) menyatakan manajeman adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating,dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya.

Pengertian Manajemen menurut para ahli :

A. Manajemen adalah suatu pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain       ( Robert. D. Terry )
B. Manajemen adalah proses dimana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. (          Encyclopedia of Social )
C. Manajemen adalah suatu proses yg dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk mengkoordinasikan      kegiatan - kegiatan orang lain  guna mencapai  tujuan / hasil  (Evancevich )   
D. Manajemen adalah membuat tujuan tercapai melalui kegiatan orang lain dan fungsi-fungsinya            dapat dipecah sekurang-kurangnya 2 tanggung jawab utama yakni perencanaan dan pengawasan (      Evancevich )   

Fungsi manajemen
Fungsi manajemen  bermacam-macam yaitu: Planing, Organizing, Actuating, Controling dan Evaluation

PLANING ( Perencanaan )
Perencanan  adalah fngsi yang paling penting dan pertama kali harus dikerjakan. Dalam perencanaan memuat   tujuan  dan bagaimana mencapai tujuan, rincian kegiatan.


Unsur Perencanaan :

1. Unsusr Tujuan   : Adanya perumusan tujuan yang jelas
2. Unsur Policy      :  Adanya metode untuk mencapai tujuan
3. Unsur Prosedur :  Pembagian tugas dan hubunan masing-masing anggota
4. Unsur Progres   :   Standart Evaluasi
5. Unsur Program :   Penyususnan Skala preoritas

Macam perencanaan menurut tingkatnya :
.  Top Level / Tingkat atas
.  Midle level / Tingkat menengah
.  Bottom level / Timgkat bawah

Macam Penyusunan Rencana Menurut Tingkatnya:
* Bottom Up :  adalah perencanaan usulan  dari tingkat bawah kemudian disusun
                         dan dipertimbangkan di tingkat pusat
*  Top to the bottom  : ( Top Down ) Perencanaan dari tingkat atas yang langsung
                                    dilaksanakan ditingkat bawah. Biasanya sudah disertai
                                    dengan juklak dan juknis
* All at once  : Adalah  proses penyusunan perencanaan secara bersamaan antara
                          tingkat atas dan tingkat bawah 

Macam Perencanaan menurut jangka waktunya :
- Long range plan      :   10 – 20 tahun
- Medium term plan   :   5 – 7 tahun
- Short term plan       :   1 – 3 tahun
- Annual plan       ;   rencana tahunan

Syarat Peencanaan :
- Tujuan dirumuskan secara jelas
- Sifatnya harus sederhana
- Bersifat fleksibel
- Penggunaan sumber dana harus efektif

Manfaat Perencanaan :
- Metode untuk mencapai tujuan 
- Sebagai petunjuk pelaksanaan bagi seluruh peserta 
- Menjamin penggunaan

PENGORGANISASIAN (  Organizing )
Pengorganisasian adalah proses pengelompokan terhadap  : Tenaga ( orang ), Alat- alat / facilitas,  jenis tugas dan wewenang,  dan tanggungjawab 

Proses pengorganisasian dapat dirinci sebagai berikut :
- Memahami tugas 
- Penetapan tugas pokok dari rincian kegiatan
- Pengelompokan tugas / jabatan 
- Penyususnan struktur organisasi 
- Penyususnan otoritas organisasi 
- Pengisisan jabatan/ stafing 
- Facilitating   : memfacilitasi  kebutuhan baik terhadap tenaganya maupun
                                kegiatannya 
A. Pemahaman Tujuan 
    Tujuan diuraikan secara jelas serta tolok ukurnya sesuai dengan herargi tujuan
B. Penetapan Tugas Pokok 
    Tugas pokok dirumuskan secara jelas 
C. Pengelompokan Tugas Jabatan 
    Rumusan pengelompokan tugas  :
           Job analysis ( analisis tugas )   dianalisa sesuai dengan keahliannya
           Job diskription  ( uraian tugas ) apa saja jenis tugas yangdiberikan
           Job spesifikation  ( syarat tugas ) syarat dan persiapan yang harus dipenuhi
           Job evaluation  ( evaluasi tugas ) mengidentifikasi apakah jenis tugas sesuai 
D. Struktur Organisasi
Kelompok jabatan di ubah menjadi satuan organisasi atas dasar  ;
      Departemen Horizontal  :
Kesamaan fungsi dan jabatan :Kesamaan kelompok konsumen
Kesamaan proses dan cara kerja     :Kesamaan  lokasi
Kesamaan hasil produksi :Kombinasi dalam bentuk matrik
     Departemen Vertikal                      :  herarki dan koordinasi

OTORITAS ORGANISASI
Adalah kekuasaan / hak untuk bertindak / memberi perintah kepada orang lain. Otoritas ini harus tercantum dengan jelas baik pada job diskription maupun struktur organisasi : misalnya
Ketetntuan perundangan
Posisi dalam kontiilasi  ( kedudukan dalam  organisasi )
Pelimpahan otoritas /mandat
Perintah atasan

STAFFING
Proses staffing meliputi
Mempelajari organisasi
Memperkirakan kebutuhan staff : kualifikasi tenaga  dan jumlah staf
Rekruetment staf
Seleksi penerimaan dan penempatan staf
Job training : Preservice Training ( sebelum kerja). In service training ( selama kerja )

FACILITATING  : memberi bekal/ fasilitas ; peralatan, material, keuangan

ACTUATING   ( Penggerakan )
a.  Rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas yang bisa mempengaruhi orang lain agar mereka suka melaksanakan usaha sesuai tujuan.
b.  Alat-alat Penggerakan bisa berupa ;
     - Perintah -  Surat edaran
    - Petunjuk -  Rapat koordinasi
    - Bimbingan   - Pertemuan loka karya ( workshop )
c. Motivasi
1.  Pengertian   : Proses pemberian motive / penggerak bekerja kepada bawahannya sehingga mereka mau bekerja sebaik-baiknya sesuai kehendak pimpinan, karenanya manager harus mengetahui basic personal Need bagi anggotanya
2.  Basic Personal Need  ( kebutuhan dasar manusia )
3.  Teknik Motivasi
a. Motivasi Tidak Langsung
1. Siinkronisasi aspirasi individu dengan tujuan organisasi. Adalah :

Pengertian mendalam tentang tujuan organisasi akan memberi manfaat pad pekerja
Pengertian bahwa organisasi tidak bertentangan dengan aspiarasi  individu
Pemberian kesempatan pekerja untuk menentukan cara pencapaian tujuan
2. Kondisi organisasi menciptakan keadaan favourible berprestasi , misalnya :
- Sosial condition
-  associatio condition
- customary condition

b. Motivasi Langsung
1. Intensi Material: dasar pemberian terhadap waktu  :  misalnya
       Hasil kerja   : yang berprestasi baik diberi imbalan
                                 Gabungan keduanya .
      Jaminan social : bisa berupa rumah dinas, ONH, biaya tugas belajar ,
                                  pengobatan gratis
2. Intensif Material ; Pemberian gelar, tanda jasa,/medali, pujian lesan atau
                            tertulis, dipromosikan , diberi hak menggunakan atribut
                            jabatan,hak dimakamkan di taman makam pahlawan
CONTROLING    ( Pengawasan )
           Adalah tindakan meneliiti apakah segala sesuatu tercapai atau berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,  atau intruksi- intruksi yang telah ditetapkan. Pengawasan bertujuan menunjukan atau menemukan kelemahan- kelemahan agar dapat diperbaiki dan mencegah terulangnya kelemahan tersebut. ( Fayol )
           Dengan demikian dapat diartikan bahwa pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilaksanakan serta mengoreksi apakah pekerjaan dimaksud telah dikerjakan sesuai dengan rencana

A. Syarat/ prinsip pengawasan
a. Harus ada rencana yang jelas
b. Harus mampu menjamin adanya tindakan perbaikan
c. Harus bersifat fleksibel
d. Dapat dimengerti
e. Dapat merefleksikan pola organisasi

B.   Subyek pengwasan
      -  intern  ( dari dalam organisasi )
      - ektern  ( dari luar organisasi )

C.  Obyek pengawasan
     - produksi
     -  keuangan
     -  waktu
     - manusianya

D. Cara pengumpulan datanya.
    -  personal observasi :  pengawsan perorangan
    -   oral report                 : laporan lisan
    -   writen report        :  laporan tertulis
    -   control by exeption   :  pengawasan khusus terhadap hal-hal khusus
EVALUATION  ( Penilaian )
        prosedur penilaian / pelaksanaan hasil kerja/ dampak secara systematik, dengan membandingkannya dengan standart dan mengikuti kreteria / metode / tujuan guna menilai dan sekaligus pengambilan keputusan selanjutnya
A. Tujuan   :
1. sebagai alat untuk memperbaiki pelaksanaan program dan perencanaan
    program
2. sebagai alat  untuk memperbaiki pelaksanaan suatu kegiatan yang sedang
    berjalan
3. sebagai alat untuk memperbaiki alokasi sumber daya
4. sebagai alat untuk mengadakan perencanaan kembali yang lebih baik dari
    semula
B.  Berdasarkan waktunya, evaluasi dapat digolongkan ;
a. evaluasi formative 
     yaitu evaluasi yang dilaksanakan saat kegiatan sedang berlangsung , ini dibagi
     2 bentuk:

     - Critical review evaluation   : kegiatan evaluasi dengan cara
                                                      menanyakan bagian
                                                      penting sebelum kegiatan dimulai
     - Midterm Evaluasi   : evaluasi saat kegiatan sedang berjalan
b. Eavaluasi Sumative   : adalah evaluasi dilakuakan saat kegiatan telah
                                                       selesaidilakukan. Evaluasi ini dikelompokan
                                                       menjadi 2 macam :
- Evaluasi Output : yaitu evaluasi untuk menilai hasil kegiatan program
- Evaluasi dampak/ impact/ outcome  : yaitu evaluasi untuk menilai dampak
                                                                         dari hasil pelaksanaan program
C. ProsesEvaluasi  ;  Tahapan – tahapanya 
Kegaiatan berfikir konseptual 
Formulasi tujuan, sasaran dan manfaat evaluasi 
Formulasi sumber dan jenis informasi yang diperlukan 
Formulasi kriteria evaluasi 
Formulasi modal / kerangka kerja / rancang bangun 

D. Kegiatan Operasional 
Pengumpulan data informasi

E. Kegiatan penilaian  :
          - Formulasi derajat keberhasilan
          - Formulasi faktor penunjang / penghambat

F. Kegiatan tindak lanjut 
Formulasi tindakan pemecahan masalah 
Feed back evaluasi kepada user
Follow up/ corective action/ tindakan perbaikan
G. Kriteria Evaluasi 
1. Relevansi 
Relevansi dipakai untuk memeriksa rasionalisasi suatu program :
-  masalah -  kegiatan 
-  kebijaksanaan -  unit kerja , dsb 
- tujuan/ jawaban masalah 

2. Tingkat Kecukupan  : ( adequacy )  :  Tingkat kecukupan sejumlah kegiatan suatu
               program dan menunjukan seberapa  banyak masalah yang bisa diatasi
a. Tingkat kecukupan sejumlah kegiatan ( adquacy of effort )
            = jumlah kegiatan yang dilaksanakan       X  100 %
               jumlah kegiatan yang dibutuhkan 
b. Tingkat kecukupan Akktifitas dan Pencapaian ( adequacy of performance)
        Jumlah hasil / penca[aian kegiatan    X 100 %
*coverage adalah perkiaraan jumlah hasil yang seharusnya dicapai  dari
                                          pelaksanaan program

3. Ukuran Tingkat  Kemajuan program
                Adalah penilaian dengan cara membandingkan rencana / kenyataan suatu program
        secara berkala pada waktu pada waktu program sedang berjalan guna mengetahui 
                      # Monitoring tingkat kemajuan pelaksanaan 
                      # Identifikasi dan koreksi hambatan pelaksanaan
Bidang-bidang manajemen

Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah proses manajemen yang bertanggung jawab terhadap prencanaan (aktifitas) produksi, distribusi atau manajemen proyek yang dijalankan oleh sebuah organisasi.

Kegiatan manajemen produksi meliputi :
1. Perencanaan (desain) produksi
2. Pengendalian (berkaitan dengan persediaan) produksi
3. Pengawasan Produksi (berkaitan dengan mutu/quality
    control)
Manajemen Pemasaran 
Manajemen pemasaran adalah suatu rencana kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan berdasarkan analisa situasi dan tujuan yang telah ditetapkan.
 Kegiatan pemasaran antara lain menetapkan product yang disukai pasar, harga, promosi dan penempatan jalur distribusi.

Fungsi pemasaran meliputi :
1. penjualan
2. pembelian
3. pengangkutan
4. pembelanjaan
5. penanggungan resiko
6. standarrisasi dan gading
7. informasi pasar

Kegiatan manajemen pemasaran antara lain:

1. Riset pasar merupakan bagian terpenting untuk mengetahui keinginan, sikap dan tingkah laku konsumen terhadap produk yang akan dijual.
2. Segmentasi pasar yakni proses kegiatan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen yang akan dilayani oleh perusahaan.
3. Promosi terpadu (promotional mix) merupakan ussaha memperkenalkan produk secara terpadu  yang dapat dilakukan melalui periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan personal selling.

Manajemen keuangan

Manajemen keuangan adalah suatu bagian dari manajemen yang fokusnya adalah pengelolaan dana perusahaan yang efektif dan efesien guna mencapat tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.

Manajemen keuangan mempunyai tugas antara lain :

1. memanfaatkan peluang dalam memperoleh dana intern maupun ekstern
2. Pengalokasian dana untuk menunjang kegiatan perusahaan.
3. Penggunaan dana yang dilakukan secara efisien dan efektif. 
Manajemen personalia 
          Manajemen personalia adalah bagian dari manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada faktor produksi tenaga kerjadalam suatun organisasi agar tujuan yant telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.

Kegiatan manajemen personalia antara lain ;

1. Pengadaan pegawai
2. pemilihan tenaga kerja
3. penyeleksian pegawai untuk menentukan posisi jabatan yang sesuai.
4. mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk pegawai.
5. Menyediakan fasilitas, kesejahteraan dan gaji yang memuaskan.
6. Melakukan rotasi jabatan
7. Memotivasi pegawai dengan dmemberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi.
8. melakukan pemberhentian dan pensiun pegawai.
Manajemen Administrasi
           Manajemen administrasi merupakan bagian dari manajemen yang memberikan informasi layanan bidang administrasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberi dampak kelancaran pada bidang lainnya.

Kegiatan manajemen administrasi antara lain :

1. Pengadministrasian seluruh kegiatan
2. Menginventarisasi peralatan kantor
3. Penyediaan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan manajemen.
4. Melakukan pengasrsipan data sehingga mudah untuk diakses oleh yang membutuhkan.

TINGKATAN MANAJEMEN
Manager  berdasarkan herarki tugasnya dikelompokan sbb :
1.  Manager tingkat pertama ( Lower Manager )  adalah  manager yang langsung berhubungan dengan pekerjaan ( worker ) yang langsung menjalankan mesin ataupun memberikan pelayanan llangsung kepada konsumen. Manager tingkat ii disyaratkan memiliki proporsi peranan TECHNICEL SKILL  yang kebih besar dari pada konseptual skill.
2. Manager tingkat menengah  ( MIDLE MANAGER )  adalah manager yang mengisi jenjang antara top manager dengan lower manage. Manager ini menjadi saluran infrmasi dan komunikasi timabl balik, sehingga manager tingkat ini diutamakan memiliki kemampuan untuk mengadakan hubungan antar manusia 
3. Manager tingkat puncak ( TOP MANAGER ) adalah manager yang menduduki kewenangan organisasi tertinggi dan sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan organisas.  Manager ini  diisyaratkan memiliki proporsi peranan konseptual skill lebih besar dibanding technical skill 
GOLONGAN MANAGER
          TOP MANAGER  manager tingkat ini diperlukan kemampuan berfikir abstrak dan kemampuan generalis dan dan menanggung jawab beban mental yang berat Pada low manager diperlukan kemampuan : merancang , melakuakn teknik skill yang specific dengan  mantap 
Tugas Top Manager :
a. Sebagai pengambil keputusan 
b. Sebagai pemikul tanggung jawab 
c. Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan 
d. Sebagai pemikir konseptual 
e. Sebagai diplomat

1. Peranan Interpersonal
a. Figur head  ( kepala )  : seseorang yang mempunyai atribut  simbul sebagai unsur kepala organisasi 
b. Leader/ pemimpin : orang yang mempunyai kewenangan formal sebagai pemimpin bagi anggotanya 
c. Liasion  / penghubung  : peranan mangadakan hubungan keluar organisasi 

2. Peranan Informasional 
a. Monitor / pengamat  : melakukan pengamatan segala informasi didalam organisasinya 
b. Desimination / penyebar  : menyebarkan informasi yang diperoleh kedalam satuan kerjanya 
c. spokerman/ juru bicara : penyampai informasi 

3. Peranan Pengambil Keputusan
a. Enterpreuner     :  upaya memperbaiki / menigkatkan organisasi terhadap pelayanan
                                dan selalu beradaptasi terhadap perubahan dalam perbaikan 

b. Desturbence handler  / penenganan gangguan  : mampu meredam dan menangani
                                                                                 gangguan dalam organisasi 
c. Resource allocator   : penyalur alokasi sumber daya  atau mengalokasikan sumber daya
                                      secara tepat 
d. Negoitator / ahli negoisasi  :  melakukan hubungan kerja sama timbal balik yang salin
                                                   menguntungkan dengan instansi lain

PENGERTIAN ORGANISASI
  1. Organisasi adalah sistem perserikatan formal , berstruktur dan terkoordinasi dari kelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu ( Malaya Hasibuan )
  2. Organisasi adalah : setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama ( James D, Mooney )
  3. Organisasi adalah : sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih ( Chaster I, Barnard )
 4. Organisasi adalah : pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk koordinasi struktural, baik secara vertikal maupun horizontal diantara posisi-posisi  yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi ( Koonz  & Donnel )


Organisasi  : suatu system yang dinamis yang selelu berubah dan menyesuaikan diri dengan tekanan internal, ekternal dan selelu dalam proses evolusi kontinyu ( Philip, Senznick )

           ASPEK PENTING DALAM ORGANISASI
           1. Adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai
           2.  Adanya system kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang
           3. Adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antara sesama karyawan
           4. Adanya penetappan dan pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi
           5. Adanya keterikatan formal dan tatatertib yang harus ditaati
           6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
           7. Adanya unsur-unsur dan alat-alat organisasi
           8. Adanya penempatan orang-orang dan alat-alat organisasi
           
          PRNISIP-PRINSIP ORGANISASI
                 
  •              Principle of Organisasi  ( Azas Tujuan Organisasi )   Menurut azas ini organisasi harus jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk memperoleh  laba ( busenis organization ) ataukah untuk memberi pelayanan publik ( publik organization ) Hal ini bagian penting dalam menentukan struktur organisasi 
  •     Principle Unity of Obyektive ( azas kesatuan tujuan )  Menurut asas ini, didalam suatu organisasi  harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut 
  •     Principle of Unity of commando ( azas kesatuan perintah ) azas ini hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban hanya kepada satu orang atasan. tetapi satu atasan dapat memerintah lebih dari satu orang.
  •      Principle of The span of managemen ( azas rentang kendali ) Azas ini seseorang manager hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu. Misalnya 3 orang sampai dengan 9 orang . Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manager yang bersangkutan  
  •             Principle of The span of managemen ( azas rentang kendali ) Azas ini seseorang manager hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu. Misalnya 3 orang sampai dengan 9 orang . Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manager yang bersangkutan  
  •     Principle of delegation of authority ( azas pendelegasian wewenang) Pimpinan dibenarkan memberikan / melimpahkan sebagian wewenang kepemimpinanannya kepada seorang atau sekelomok orang lain agar pencapaiantujuan leboh efektif. Pendelegasian harus jelas sehingga mengetahui wewenangnya
  •             Principle of parity of authority and reponsibility  ( azas kewenangan dan tanggung jawab) Azas ini hendaknya wewenang dan tanggung jawab hendaknya seimbang. Wewenang  yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanya harussama besarnya. Misalkan wewenang yang diberikan X maka tanggung jawab juga sebesar X.
  •             Principle   of Responsibility : (azas tanggung jawab)  Menurut azas ini, pertanggungjawabannya dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang ( line authority ) dan pelimpahan wewenang.Seseorang hanya bertanggung jawab kepada orang yang memberikan tanggung jawab.
  •             Principle of departementation ( principle of devision of work ) = azas pembagian kerja. menurut azas ini, pengelompok tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja ( departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pkerjaan tersebut
  •             Principle of personnel placement ( azas penempatan personalia ) Menurut azas ini, hendaknya penempatan orang-orang pada setip jabatannya harus didasarkan atas kecakapan, keahlian, dan ketrampilannya  ( the right man, in the right job ) oleh karena itu harus dilakukan seleksi sesuai dengan kebutuhan 
  •             Principle of scalar chain ( azas jenjang berangkai ) : Saluran perintah dari atas kebawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus dan sebaikny menemouh jarak yang terpendek., dan sebaliknya pertanggungjawaban bawahan ke atasan juga serupa.
  •             Principle of effiiciency ( asas eficiensi )Suatunorganisasi dalam mencapai tujuannya  harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yang minimal
  •             Principle of continuity  ( azas kesinambungan ) Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
  •             Principle of coordination : ( asas koordinasi ) Asas ini merupakan tindakan lanjut dari asas-asas organisasi launnya. Koordinasi dimaksudkan untuk mensikronisasikan dan mengintegrasikan segala tindakan  
BENTUK ORGANISASI
           
             Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan bentuk organisasi, pedepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, dan hubungan pekerjaan , garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem rentang kendali dan sistem pimpinan kendali.
             Organisasi Lini
             Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dan bawahan
             Ciri-cirinya :
                    -Jumlah karyawan sedikit
                    -Manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
                    -Sarana dan alatnya terbatas
                    -Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung
                    -Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah top manager
                
            Organisasi Fungsional
            Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus
             Ciri-cirinya :
                   -Organisasi kecil
                   -Terdapat kelompok kerja staf ahli
                   -Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
                   -Target yang hendak dicapai jelas dan pasti
                   -Pengawasan ketat

           Organisasi Garis dan Staff
            Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misal : kearsipan, keuangan, personel
           Ciri-cirinya :
                  -Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya langsung
                  -Karyawan banyak
                  -Organisasi besar
                  -Ada 2 kelompok kerja organisasi sehingga ditekankan
                   adanya spesialisasi :
                                          -Personel Lini
                                          -Personel Staff

            Organisasi Fungsional dan Garis
             Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.
             Ciri-cirinya :
                        -Tidak tampak pembedaan tugas pokok dan bantuan
                        -Spesialisasi praktis pada pejabat fungsional
                        -Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat
                         eselon

           Organisasi Matrik
             Disebut juga sebagai Organisasi Manajemen Proyek yaitu penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang punya ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.

          Organisasi Komite
            Tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh kelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan plurastic manajemen.
            Terdiri dari :
                           -Executive Committe (Pimpinan Komite) Anggotanya mempunyai wewenang lini
                           -Staff Committee Orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf
              Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi tentang :
  •               Tipe organisasi, artinya struktur organisasi akan memberikan informasi tentang tipe                   informasi yang digunakan , apakah line organization, line and staff organization, atau                 functional organization  
  •               Pedepartemenan organisasi : akan memberikan informasi mengenai dasar pendepartemenan  (   bagian ) apakah didasarkan fungsi-fungsi manajemen, wilayah produksi, shift dsb 
  •               Kedudukan : memberikan informasi tentang apa seseorang termasuk kelompok managerial       atau karyawan operasional 
  •               Rentang kendali  : memberikan informasi mengenai jumlah karyawan daalam setiap                   departemen ( bagian )  
  •               Manajer dan bawahan :  organisasi yang menberikan informasi tentang garis perintah dan           tanggung jawab siapa yang menberi perintah dan siapa yang memberi tangung jawab dengan     kata lain siapa ataan dan siapa bawahan.   
  •               Tingkatan Manajer : memberika informasi tentang kebradaan top manajer, midle manajer, dan   low manajer  
  •               Bidang pekerjaan : artinya setiap kotak dalam struktur organisasi memberikan informasi           mengenai tugas –tugas dan pekerjaan serta tanggung jawab yang dilakukan dalam pekerjaan     tersebut  
  •               Tingkat manajemen  : artinya sebuah bagan tidak hanya menunjukan herarji manajer bawahan   dan atasan secara perorangan tetapi juga herarki manajemen secara keseluruhan   
  •               Pimpinan organisasi : struktur organisasi yang memberikan informasi apa pimpinan tunggal       atau pimpinan kolektif atau presidium 
   HUBUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI 
               Manajemen dan organisasi sangat berhubungan erat, manajemen merupakan atau berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan. Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di perlukan manajemen yang baik juga.


BAB III
PENUTUP

               kesimpulan
                             
             Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus. Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen. Dengan demikian, istilah manajemen mengacu kepada suatu proses mengkoordonai dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
            Pada umumnya, fungsi manajemen dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien.
            Manajemen dapat dibagi  dalam empat bidang utama, yakni manajemen pemasaran, manajemen operasional, manajemenSDM, dan manajemen keuangan, walaupun dalam bisnis tertentu bidang-bidang itu dapat berkembang sesuai dengan skala perusahaan dan srtategi yang dikembangkan.
            Organisasi memiliki pengertian sekelompok orang (2 atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi juga sangat berhubungan dengan manajemen dan tata kerja karena organisasi secara keseluruhan atau sebagai suatu keselurahan memerlukan manajemen untuk mengatur sistem tatakerja.
            Organisasi memiliki ciri-ciri, unsur-unsur serta teori tersendiri yang menghasilkan macam-macam organisasi. Dengan berbagai tipe serta struktur yang bermacam-macam juga.
            Bentuk-bentuk organisasi pun banyak ragamnya. Diantaranya yaitu organisasi niaga, organisasi social, organisasi olahraga, organisasi polotik, organisasi kenegaraan, organisasi perkuliahan, organisasi sekolah, bahkan organisasi didalam suatu keluarga.
            Dan didalam organisasi sering terjadi masalah antara satu dengan lainnya, maka dalam memecahkan masalah tersebut harus dengan memikirkan solusinya yang tepat.
            Manajemen dan organisasi sangat berhubungan erat, manajemen merupakan atau berarti sebagai kepemimpinan, sedangkan dalam organisasi juga terdapat kepemimpinan. Dengan demikian untuk menyusun organisasi yang baik dan dapat mencapai tujuan di perlukan manajemen yang baik juga

Daftar pustaka

           - ( http://organisasi.org/macam-jenis-peranan-manajemen-peran-manajer-dalam-organisasi-perusahaan-ekonomi-manajemen )
           - (http://www.scribd.com/doc/53942453/Pengantar-Manajemen-Sejarah-Manajemen-bab-2 )
           - (http://belajarmanagement.wordpress.com/2010/02/25/prinsip-prinsip-organisasi/ )
           - (https://sites.google.com/site/manajemendanorganisasi/)