PERUSAHAAAN GO PUBLIC
“BANK BRI “

Nama : Muhamad Arief Wicaksono
NPM : 24215354
Mata kuliah : pengantar bisnis ( soft skill )
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. penyusun
panjatkan, karena berkat rahmat serta
bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah tentang “Perusahaan Go
Public
(Bank BRI.)”. Adapun makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar
Bisnis. Makalah ini berisikan tentang informasi perusahaan Go Public yang
secara spesifik
membahas contoh salah satu perusahan yang mengalami Go Public.
Semoga makalah “Perusahaan Go Public (Bank BRI)" memberikan informasi yang
berguna
bagi masyarakat serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan
ilmu
pengetahuan bagi kita semua.
Bekasi, 23 Desember 2015
Penyusun
bab 1
Pendahuluan
Latar Belakang
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam system perekonomian nasional Indonesia disamping kegiatan yang dikelola pihak swasta dan juga usaha yang berbentuk usaha bersama atau yang sering disebut koperasi.Dalam melaksanakan peran masing-masing berbagai macam jenis usaha ini saling mendukung satu dengan yang lain berdasarkan demokrasi perekonomian Indonesia.
Perbankan yang merupakan pendorong perekonomian nasional menjadi salah satu sector dalam BUMN, seperti yang akan dibahas dalam makalah ini adalah PERANAN PT.BANK
RAKYAT INDONESIA DALAM MENOPANG PEMBANGUNAN DI INDONESIA.Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dan pertumbuhan perekonomian nasional tidak terlepas dari peran serta dunia perbankan, yang sangat besar memberikan jasa-jasa kepada khalayak Indonesia, mulai dari kredit usaha kecil menengah ataupun kredit usaha lainya.Bahkan sebagai tempat penjaminan simpanan oleh masyarakat.
Tujuan
• Mendapatkan dana untuk perluasan usaha (ekspansi) atau diversifikasi usaha dan memperbaiki struktur modal perusahaan
• Meningkatkan nilai perusahaan (shareholder value)
• Melepaskan sahamnya agar mendapatkan keuntungan (divestasi).
Rumusan masalah
Bagaimana cara pemasaran Bank BRI ?
Produk apa saja yang di hasilkan oleh Bank BRI ?
Kegiatan sosial apa saja yang dilakukan Bank BRI terhadap masyarakat ?
bab 2
Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di
Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa
Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en
Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi
Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia
(pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan
sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946
Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik
Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan
BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian
Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.
Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan
Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan
Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres)
No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank
Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan
bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank
Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank
Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit
II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan
dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya
mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia
Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu
Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-
undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan
Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.
Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun
2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga
menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.,
yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Visi dan Misi
Visi BRI
Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
Misi BRI
•Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha
mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
•Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan
didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal
dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG)
yang sangat baik.
•Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang
berkepentingan (stakeholders).
susunan dewan komisaris dan direksi BRI:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Mustafa Abubakar
Wakil Komisaris Utama: Gatot Trihargo
Komisaris Independen: Fuad Rahmany
Komisaris Independen: Ahmad Fuad
Komisaris Independen: Adhyaksa Dault
Komisaris Independen: Sony Keraf
Komisaris: Vincentius Sony Loho
Komisaris: Jeffry W. Wurangian
Dewan Direksi
Direktur Utama: Asmawi Syam
Wakil Direktur Utama: Sunarso
Direktur: Gatot Mardiwasisto
Direktur: A. Toni Soetirto
Direktur: Randi Anto
Direktur: Susy Liestiowaty
Direktur: Zulhelfi Abidin
Direktur: Donsuwan Simatupang
Direktur: Haru Koesmahargyo
Direktur: Mohammad Irfan
Direktur: Kuswiyoto
Cara pemasaran
Berikut beberapa strategi pemasaran yang dilakukan Bank BRI
1. Peningkatan kualitas kerja
Untuk meningkatkan kualitas kerja yang ada di BRI, manajemen harus memberikan
dukungan yang lebih.
Manajemen harus lebih ketat dalam hal perekutan karyawan yang potensial, selain itu
manajemen harus melakukan pelatihan dan pendidikan serta memberikan penghargaan
kepada karyawan yang berprestasi. Hal ini akan memberikan peningkatan kerja yang lebih
efektif bagi BRI. Kinerja pegawai yang bagus akan berdampak positif pada nasabah bank
tersebut.
2. Peninkatan kepuasan kepada nasabah
Kepuasan nasabah sangat penting, hal ini adalah salah satu bentuk pemasaran yang efektif.
Jika nasabah tidak puas dengan kinerja staff BRI, maka mereka tidak akan mau lagi
penggunakan produk dan juga bertransaksi di bank tersebut.
Kepuasan nasabah bisa ditingkatkan dengan pelayanan yang baik dan juga memberikan
tingkat suku bunga yang rendah dibandingkan dengan perusahaan perbankan lainnya.
3. Peningkatan terhadap penawaran
BRI melakukan peningkatan penawaran yang lebih baik dari perusahaan perbankan lainnya
agar bisa membina dan menjaga nasabahnya agar tidak beralih pad aperusahaan perbankan
lainnya.
Saat ini sudah banyak perusahaan perbankan yang memberikan kemudahan dalam hal kredit
terutama kredit mikro, hal ini tentu menjadi salah satu ancman bagi BRI. Namun, strategi
pemasaran yang dilakukan BRI adalah menggandeng, membina dan mempertahakan
nasabahnya untuk tetap menggunakan produk yang ditawrkan oleh BRI.
4. Sistem penjualan melalui pola CPP
Untuk meningkatkan penjualan produk agar bisa mendapatkan lebih banyak konsumen, BRI
melakukan pola penjualan CPP. Pola CPP memang cukup bank namun kadang mantri bank
harus mendatangi langsung nasabah dan mencari alamat nasabah yang bersangkutan. Sistem
pejualan dengan pola CPP ini sebenarnya cukup efektif, namun tidak jarang pelaksanaannya
bisa kurang efektif.
5. Produk yang terus ditingkatkan
Produk yang ditawarkan oleh BRI terus menerus ditingkatkan, hal ini harus sesuai dengan
keinginan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang terbaik untuk semua
produk yang diberikan bank, hal ini dilakukan BRI dengan membuat produk yang bisa
diterima oleh masyarakat dan memang dibutuhkan oleh mereka.
6. Hadiah
Bukan hanya menjalankan promosi saja, BRI pun juga tak segan-segan memberikan hadiah
kepada nasabahnya yang telah setia menggunakan produk yang ditawarkan oleh BRI. Hadiah
adalah salah satu promosi yang cukup mudah dan memberikan hasil yang bagus untuk
kedepannya.
Produk Perbankan Bank BRI
1. Produk Simpanan
a. Produk Tabungan
1. Tabungan Britama
2. Simpedes
3. Simpedes TKI
4. Tabungan Haji
5. Tabungan Britma Dollar
b. Deposito
1. Rupiah
2. Valas
3. On Call
c. Giro BRI
1. Giro BRI Rupiah
2. Giro BRI Valas
2. Produk Pinjaman
Pinjaman Mikro
1. KUPEDES
Pinjaman Ritel
1. Kredit Agunan Kas
2. Kredit Inventasi
3. Kredit Modal Kerja
4. KMK Ekspor
Pinjaman Menengah
1. Agribsnis
Pinjaman Program
1. KPEN-RP
2. KKPE Tebu
Kredit Usaha Rakyat
1. KUR BRI
3. Produk Konsumer
Kartu Kredit
1. Kartu Visa
2. Kartu Master
Kredit Pemilikan Rumah
1. KPR BRI
2. Simulasi
Kredit Kendaraan Bermotor
1. KKB Mobil Baru & Bekas
2. KKB-Refinancing
Kegiatan sosial :
Buka puasa bersama 1000 anak yatim
Donor Darah
Khitanan massal
Operasi katarak
Pembagian sembako gratis
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bri.co.id
http://id.wikipedia.org
http://www.bumn.go.id
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/08/12/087691214/ini-susunan-dewan-komisaris-dan-
direksi-bri-terbaru
http://produk-jasa-bank.blogspot.co.id/2012/06/produk-dan-layanan-jasa-bank-bri.html
http://ahliperbankan.com/strategi-pemasaran-bank-bri-dalam-microfinance/
https://csrbri.wordpress.com
http://www.brisyariah.co.id
https://csrbri.wordpress.com/about/
PERUSAHAAAN GO PUBLIC

Nama : Muhamad Arief Wicaksono
NPM : 24215354
Mata kuliah : pengantar bisnis ( soft skill )
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. penyusun panjatkan, karena berkat rahmat serta
bimbingan-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah tentang “Perusahaan Go Public
(Bank BRI.)”. Adapun makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Bisnis. Makalah ini berisikan tentang informasi perusahaan Go Public yang secara spesifik
membahas contoh salah satu perusahan yang mengalami Go Public.
Semoga makalah “Perusahaan Go Public (Bank BRI)" memberikan informasi yang berguna
bagi masyarakat serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.
Bekasi, 23 Desember 2015
Penyusun
bab 1
Latar Belakang
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam system perekonomian nasional Indonesia disamping kegiatan yang dikelola pihak swasta dan juga usaha yang berbentuk usaha bersama atau yang sering disebut koperasi.Dalam melaksanakan peran masing-masing berbagai macam jenis usaha ini saling mendukung satu dengan yang lain berdasarkan demokrasi perekonomian Indonesia.
Perbankan yang merupakan pendorong perekonomian nasional menjadi salah satu sector dalam BUMN, seperti yang akan dibahas dalam makalah ini adalah PERANAN PT.BANK
RAKYAT INDONESIA DALAM MENOPANG PEMBANGUNAN DI INDONESIA.Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dan pertumbuhan perekonomian nasional tidak terlepas dari peran serta dunia perbankan, yang sangat besar memberikan jasa-jasa kepada khalayak Indonesia, mulai dari kredit usaha kecil menengah ataupun kredit usaha lainya.Bahkan sebagai tempat penjaminan simpanan oleh masyarakat.
Tujuan
• Mendapatkan dana untuk perluasan usaha (ekspansi) atau diversifikasi usaha dan memperbaiki struktur modal perusahaan
• Meningkatkan nilai perusahaan (shareholder value)
• Melepaskan sahamnya agar mendapatkan keuntungan (divestasi).
Rumusan masalah
Bagaimana cara pemasaran Bank BRI ?
Produk apa saja yang di hasilkan oleh Bank BRI ?
Kegiatan sosial apa saja yang dilakukan Bank BRI terhadap masyarakat ?
bab 2
Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di
Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa
Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en
Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi
Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia
(pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan
sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946
Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik
Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan
BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian
Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.
Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan
Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan
Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres)
No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank
Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan
bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank
Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank
Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit
II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan
dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya
mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia
Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu
Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-
undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan
Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.
Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun
2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga
menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.,
yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Visi dan Misi
Visi BRI
Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
Misi BRI
•Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha
mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
•Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan
didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal
dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG)
yang sangat baik.
•Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang
berkepentingan (stakeholders).
susunan dewan komisaris dan direksi BRI:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Mustafa Abubakar
Wakil Komisaris Utama: Gatot Trihargo
Komisaris Independen: Fuad Rahmany
Komisaris Independen: Ahmad Fuad
Komisaris Independen: Adhyaksa Dault
Komisaris Independen: Sony Keraf
Komisaris: Vincentius Sony Loho
Komisaris: Jeffry W. Wurangian
Dewan Direksi
Direktur Utama: Asmawi Syam
Wakil Direktur Utama: Sunarso
Direktur: Gatot Mardiwasisto
Direktur: A. Toni Soetirto
Direktur: Randi Anto
Direktur: Susy Liestiowaty
Direktur: Zulhelfi Abidin
Direktur: Donsuwan Simatupang
Direktur: Haru Koesmahargyo
Direktur: Mohammad Irfan
Direktur: Kuswiyoto
Cara pemasaran
Berikut beberapa strategi pemasaran yang dilakukan Bank BRI
1. Peningkatan kualitas kerja
Untuk meningkatkan kualitas kerja yang ada di BRI, manajemen harus memberikan
dukungan yang lebih.
Manajemen harus lebih ketat dalam hal perekutan karyawan yang potensial, selain itu
manajemen harus melakukan pelatihan dan pendidikan serta memberikan penghargaan
kepada karyawan yang berprestasi. Hal ini akan memberikan peningkatan kerja yang lebih
efektif bagi BRI. Kinerja pegawai yang bagus akan berdampak positif pada nasabah bank
tersebut.
2. Peninkatan kepuasan kepada nasabah
Kepuasan nasabah sangat penting, hal ini adalah salah satu bentuk pemasaran yang efektif.
Jika nasabah tidak puas dengan kinerja staff BRI, maka mereka tidak akan mau lagi
penggunakan produk dan juga bertransaksi di bank tersebut.
Kepuasan nasabah bisa ditingkatkan dengan pelayanan yang baik dan juga memberikan
tingkat suku bunga yang rendah dibandingkan dengan perusahaan perbankan lainnya.
3. Peningkatan terhadap penawaran
BRI melakukan peningkatan penawaran yang lebih baik dari perusahaan perbankan lainnya
agar bisa membina dan menjaga nasabahnya agar tidak beralih pad aperusahaan perbankan
lainnya.
Saat ini sudah banyak perusahaan perbankan yang memberikan kemudahan dalam hal kredit
terutama kredit mikro, hal ini tentu menjadi salah satu ancman bagi BRI. Namun, strategi
pemasaran yang dilakukan BRI adalah menggandeng, membina dan mempertahakan
nasabahnya untuk tetap menggunakan produk yang ditawrkan oleh BRI.
4. Sistem penjualan melalui pola CPP
Untuk meningkatkan penjualan produk agar bisa mendapatkan lebih banyak konsumen, BRI
melakukan pola penjualan CPP. Pola CPP memang cukup bank namun kadang mantri bank
harus mendatangi langsung nasabah dan mencari alamat nasabah yang bersangkutan. Sistem
pejualan dengan pola CPP ini sebenarnya cukup efektif, namun tidak jarang pelaksanaannya
bisa kurang efektif.
5. Produk yang terus ditingkatkan
Produk yang ditawarkan oleh BRI terus menerus ditingkatkan, hal ini harus sesuai dengan
keinginan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang terbaik untuk semua
produk yang diberikan bank, hal ini dilakukan BRI dengan membuat produk yang bisa
diterima oleh masyarakat dan memang dibutuhkan oleh mereka.
6. Hadiah
Bukan hanya menjalankan promosi saja, BRI pun juga tak segan-segan memberikan hadiah
kepada nasabahnya yang telah setia menggunakan produk yang ditawarkan oleh BRI. Hadiah
adalah salah satu promosi yang cukup mudah dan memberikan hasil yang bagus untuk
kedepannya.
Produk Perbankan Bank BRI
1. Produk Simpanan
a. Produk Tabungan
1. Tabungan Britama
2. Simpedes
3. Simpedes TKI
4. Tabungan Haji
5. Tabungan Britma Dollar
b. Deposito
1. Rupiah
2. Valas
3. On Call
c. Giro BRI
1. Giro BRI Rupiah
2. Giro BRI Valas
2. Produk Pinjaman
Pinjaman Mikro
1. KUPEDES
Pinjaman Ritel
1. Kredit Agunan Kas
2. Kredit Inventasi
3. Kredit Modal Kerja
4. KMK Ekspor
Pinjaman Menengah
1. Agribsnis
Pinjaman Program
1. KPEN-RP
2. KKPE Tebu
Kredit Usaha Rakyat
1. KUR BRI
3. Produk Konsumer
Kartu Kredit
1. Kartu Visa
2. Kartu Master
Kredit Pemilikan Rumah
1. KPR BRI
2. Simulasi
Kredit Kendaraan Bermotor
1. KKB Mobil Baru & Bekas
2. KKB-Refinancing
Kegiatan sosial :
Buka puasa bersama 1000 anak yatim
Donor Darah
Khitanan massal
Operasi katarak
Pembagian sembako gratis
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bri.co.id
http://id.wikipedia.org
http://www.bumn.go.id
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/08/12/087691214/ini-susunan-dewan-komisaris-dan-
direksi-bri-terbaru
http://produk-jasa-bank.blogspot.co.id/2012/06/produk-dan-layanan-jasa-bank-bri.html
http://ahliperbankan.com/strategi-pemasaran-bank-bri-dalam-microfinance/
https://csrbri.wordpress.com
http://www.brisyariah.co.id
https://csrbri.wordpress.com/about/