Rabu, 30 Maret 2016

BAB 2/3 : SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA (24215354)


  • Sejarah Pra-Kolonialisme 
Sejarah perekonomian Indonesia pada Era Pra Kolonial yaitu era dimana kekuatan eropa  belum mampu menguasai daratan dan perairan Indonesia. Nusantara yang searang kita kenal sebagai Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan tanah yang dikuasai oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran. Termasuk masa berkembangnya agam Hindu dan Budha sebagai agama yang pertama kali dikenal di Indonesia, sehingga adat budaya Hindu-Budha masih dapat kita lihat hingga kini terutama dari bangunan bangunan bersejarah pada masa itu. Diantaranya berbagai prasasti dan candi yang merupakan hasil budaya masyarakat indonesia pada masa itu. Kejayaan kerajaan ini berangsung mulai abad ke 4 hingga abad ke 15. Tepatnya dimulai dari masa kejayaan kerajan Kutai hingga Kerajaan Malayapura.


Setelah era kerajaan mulai berkembanglah ekonomi di Indonesia yang tetap ada campur tangannya dari negara lain. Di jaman itu para pedagang dari Timur Tengah dan India pun mulai berdatangan melalui jalur laut dan transit di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Para pedagang yang mayoritas beragama islam itu mulai melakukan kegiatan jual-beli kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan itu lama kelamaan menjadi akulturasi budaya karena terjadi interaksi antara penduduk dan orang asing. Perdagangan yang mereka lakukan juga menjadikan sarana penyebaran agama islam hingga saat ini penduduk Indonesia pun mayoritas beragama islam.

  • Sistem Monopoli VOC

Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas nama Pemerintah Belanda yang waktu itu masih berbentuk Republik untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara. Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.
Kemudian datanglah orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Pada awalnya, tujuan utama bangsa-bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman (kolonisasi) dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah murni kolonisasi (pemukiman). Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal.
Dengan berbagai cara VOC berusaha menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia serta pelabuhan-pelabuhan penting. Kecuali itu, juga berusaha memaksakan monopoli perdagangan rempah-rempah.Pertama-tama berusaha menguasai salah satu pelabuhan penting, yang akan dijadikan pusat VOC. Untuk keperluan tersebut ia mengincar kota Jayakarta. Ketika itu Jayakarta di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Banten. Sultan Banten mengangkat Pangeran Wijayakrama sebagai adipati di Jayakarta

Tujuan dibentuknya VOC
Adapun tujuan dari dibentuknya VOC di Indonesia:
a.  Menghindari persaingan dagang tidak sehat diantara sesama pedang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya.
c.  Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

  • Sistem Tanam Paksa

Pada saat penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia sempat mengeluarkan sistem tanam paksa atau Culturstelsel. Tanam paksa ini lebih kejam daripada VOC karena pemerintah memiliki target yang wajib untuk penerimaan negara. Sistem tanam paksa pada saat Belanda didirikan oleh Jendral Johannes Van De Bosch tahun 1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20% lahannya untuk ditanami komoditi ekspor seperti kopi dan tebu kemudian dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang telah ditentukan pemerintah kolonial. Sedangkan pribumi yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 75 hari dalam setahun di lahan milik pemerintah kolonial. Hasil dari tanam paksa ini memberikan kemakmuran dan kesejahteraan perekonomian negara Belanda.
            Sistem tanam paksa dibubarkan setelah muncul berbagai kritik dan keluarnya UU Agraria tahun 1870 dan UU Gula tahun1870. Ada pula beberapa penyimpangan yang terjadi saat tanam paksa , yaitu :
a)  Dalam perjanjian tanah yang digunakan penanaman komoditi ekspor  namun pada kenyataannya lebih dari ketentuan awal.
b) Tanah yang dipilih tanah subur , yang tidak subur diberikan pada pribumi.
c)  Seharusnya tanah yang digunakan penanaman tidak kena pajak ,namun pada kenyataannya tetap kena pajak.
d)  Kelebihan hasil tidak dikembalikan , tetapi dipaksa dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga murah.
e)   Bagi pribumi yang tidak memiliki lahan seharusnya bekerja 75 hari dalam setahun , namun pada kenyataan 200-225 hari dalam setahun.
f)    Tanaman komoditi ekspor harus didahulukan.
g)    Kerusakan tanaman ditanggung petani.

  • Sistem Ekonomi Kapitalisme Liberal

Sistem ekonomi liberal kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku – pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya – sumber daya ekonomi atau factor produksi. Asset dan factor produksi dari sistem ekonomi liberal kapitalis sebagian besar berasal dimiliki swasta/pribadi. Dalam perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar – besarnya dan bebas melakukan kompetisis untuk memenangkan persaingan bebas. Tetapi dilain pihak, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah hanya bertugas melindungi, menjaga dan member fasilitas agar setiap individu dapat menjalankan hal dan kebebasannya dengan sebaik – baiknya.

Ciri – ciri dari sistem ekonomi liberal kapitalis   :
A.  Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber – sumber produksi.
B.   Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
C.  Masyarakat terbagi menjadi golongan yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
D.  Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri.
E.   Peranan modal sangatlah penting dalam ekonomi liberal kapitalis.
F.   Timbul persaingan dalam masyarkay terutama dalam mencari keuntungan.
G.  Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
H.  Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
I.    Biasanya barang – barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

Sistem Ekonomi Liberal Kapitalis memiliki Kelebihan dan Kekurangan yaitu :

Kelebihan   :
1.   Menumbuhkan inisiatif dan kreasi msyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi mengunggu perintah dari pemerintah.
2.   Setiap individu bebas memiliki sumber – sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3.   Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4.   Menghasilkan barang – barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5.   Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
6.   Kegiatan ekonomi  lebih cepat maju karena persaingan tersebut.

Kekurangan :
1.    Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2.    Masyarakat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
3.    Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4.    Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5.    Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.
6.    Dapat menciptakan kesenjangan antar masyarakat.
7.    Renta terhadap krisis ekonomi.

Negara- Negara yang menganut sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain         :
1. Benua Amerika  : Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Kanada, Meksiko, Paraguay, Peru, dan Venezuela.
2. Benua Eropa      : Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Ceko, Slovakia, Denmark, Perancis, Jerman,  Yunani, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris.
3. Benua Asia           : India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand, Turki, Malaysia, Singapura.
4. Kepulauan Oceania   : Australia dan Selandia Baru.
5. Benua Afrika      : Mesir, Senegal, Afrika Selatan.
  • Era Pendudukan Jepang
Setelah selama 350 tahun Belanda menjajah Indonesia , pada tahun 1942 Belanda menyerahkan Indonesia kepada Jepang. Selama 3,5 tahun penjajahan oleh Jepang yang sangat kejam Indonesia pun berhasil memerdekakan diri dari para penjajah yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Dengan dibentuknya sistem paksa yang terkenal dengan Romusha semakin membuat keadaan ekonomi masyarakat Indonesia semakin susah. Untuk kepentingan perang Jepang mengeksploitasi sumber daya alam di Indonesia secara besar-besaran bahkan merebut beras para petani yang menyebabkan mereka kelaparan. Jepang juga pernah mengalami inflasi saat sedang menjajah Indonesia karena pencetakan uang pendudukan secara besar-besaran. Kebaikan yang diberikan Jepang kepada negara kita hanya dengan pembentukan “Kumyai” yang merupakan koperasi untuk kepentingan bersama.  Selepas Indonesia merdeka dan berhasil mengusir Jepang dari negara kita pun Indonesia segera mempersiapkan diri memperbaiki keadaan ekonomi.
  • Cita - Cita Ekonomi Merdeka
Dengan itu cita cita dari kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya adalah menjadi suatu negara yang bukan hanya merdeka dari jajahan bangsa lain tetapi juga merdeka dari kemiskinan, kebodohan, penjajahan terselubung, dan keterbelakangan ekonomi. Indonesia adalah Negara yang kaya. Kaya akan SDA contohnya melimpahnya hasil perut bumi, melimpahnya hasil perkebunan, melimpahnya hasil laut dan masih banyak lagi. Kaya akan SDM menurut data yang diperoleh Indonesia menjadi penduduk terpadat ke 4 di dunia dengan memiliki 44,98% penduduk usia produktif pada tahun 2013, dengan pendidikan yang baik Indonesia dapat dipastikan menjadi Negara maju. Kaya akan budaya yang dapat menghasilkan pendapatan dari sector pariwisata. Dengan begitu banyak kekayaan yang dimiliki Indonesia seharusnya kita dapat mendominasi ekonomi di dunia. Dengan itu sekarang dan sampai seterusnya kemerdekaan Indonesia bukan kemerdekaan dari penjajahan semata tetapi kemerdekaan dari segala kesusahan dan menjadi Negara yang dapat mendominasi perekonomian dunia.
  • Ekonomi Indonesia Setiap periode Pemerintahan , Orde Lama , Orde Baru dan Reformasi
Perekonomian Indonesia setiap periode banyak mengalami perubahan dari mulai kebijakan , peraturan dan pendapatan yang tidak sama dalam setiap periodenya. Saat ini saya akan membahas kondisi ekonomi Indonesia dalam setiap periode.
1.      Orde Lama
Pasca kemerdekaan kondisi ekonomi Indonesia belum banyak mengalami perubahan bahkan masih mengandung sistem ekonomi dari bekas penjajahan. Presiden pertama Soekarno masih belum stabil dikarenakan juga kondisi sistem pemerintahan yang belum baik dan belum kondusif.
Berikut kejadian ekonomi di Indonesia setelah kemerdekaan :
·    Inflasi yang tinggi karena beredarnya lebih dari satu mata uang yang tak terkendali.
·  Ada blokade yang dilakukan Belanda untuk menutup pintu perdagangan luar negeri Indonesia.
·    Eksploitasi besar-besaran oleh para penjajah.
·   Program pinjaman nasional yang dilakukan menteri keuangan atas persetujuan BP-KNIP.
·    Pembentukan Badan Perancang Ekonomi.
·   Pemotongan nilai mata uang untuk mengurangi jumlah mata uang yang beredar agar tingkat harga turun.
·  Mengubah Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
·   Pembatalan sepihak hasil keputusan KMB secara sepihak termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
·  Menurunkan nilai mata uang : Rp.500 menjadi Rp.50 , Rp1000 menjadi Rp. 100 dan semua simpanan di bank melebihi Rp.25000 akan dibekukan.
·  Pembentukan Deklarasi Ekonomi untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.
·   Menurunkan kembali nilai mata uang dari Rp.1000 menjadi Rp.1 untuk menekan inflasi yang pada akhirnya membuat angka inflasi semakin meningkat.
2.      Orde Baru
Di masa orde baru ini kondisi perekonomian Indonesia tidak terlalu mengalami perubahan yang besar. Karena pemerintah berhasil melakukan stabilitas politik yang berdampak pula pada stabilitas ekonomi. Pada saat kebijakan ekonomi berorientasi pada pertumbuhan penduduk yang didukung oleh stabilitas politik. Hal itu dituangkan dalam kebijakan ekonomi yang disebut Triligi Pembangunan yaitu stabilitas politik , pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pemerataan pembangunan. Kebijakan ekonomi pada saat itu dituangkan dalam RAPBN yang disetujui oleh DPR sehingga berubah menjadi APBN.  APBN pada masa itu dilakukan sesuai dasar kebijakan yaitu anggaran pengeluaran seimbang dengan anggaran pendapatan. Kejadian itu tidak mungkin terjadi karena pinjaman dari luar negeri terus masuk untuk menutup anggaran yang defisit.

3.      Reformasi
Setelah gagal memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia di masa orde lama dan orde baru pun keluar lah masa reformasi yang diberlakukan semenjak Presiden B.J Habibie yang banyak mengalami perubahan dalam kebijakan ekonomi. Beliau melakukan kebijakan untuk membangkitkan Indonesia dari keterputukan ekonomi. Pada masa Presiden Abdurahman Wahid Indonesia belum juga bangkit dari kemiskinan. Hingga pada saat Megawati menjadi Presiden di Indonesia yang berusaha memulihkan ekonomi dan penegakan hukum.
Di era reformasi juga berhasil membentuk KPK untuk memberantas segala tindakan korupsi yang semakin membuat ekonomi di negara kita jatuh. Masa Susilo Bambang Yudhoyono membuat banyak permasalahan salah satunya dengan mengurangi subsidi BBM untuk dialihkan ke pendidikan , kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun ada beberapa usaha yang dilakukan untuk menstabilkan kondisi ekonomi Indonesia yaitu Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat miskin dan pelunasan utang kepada IMF. Pemerintah juga berusaha mengundang para investor untuk bertemu dengan kepala daerah agar mau melakukan investasi di daerah kita ini.
Pada masa reformasi proses pembangunan nasional sudah demokratis dan telah melaksanakan fungsi pemerintah daerah dalam menjalankan partisipasi rakyat daerah. Peluang otonomi daerah telah memberikan sumbangan yang besar terhadap proses pembangunan nasional.
 
Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar